5 Cara Membuka Presentasi yang Baik dan Menarik

Posted on

 

Setelah Anda memahami  betapa penting faedah  pembukaan presentasi, kini  saatnya anda  belajar bagaimana membuka presentasi dengan baik dan menarik. Saya akan menyuruh  Anda guna  menguasai lima teknik  membuka presentasi dengan menarik.

 

  1. Membuka HR Presentasi Dengan Menyampaikan Maksud dan Tujuan

Cara paling gampang  dan bisa  Anda lakukan  untuk sekian banyak   situasi ialah  membuka presentasi dengan mengucapkan  maksud dan tujuan. Dengan teknik  ini, audiens akan memahami  apa yang bakal  mereka dapatkan dari presentasi Anda. kita  juga dapat  menetapkan asa  (ekspektasi) audiens mengenai  berapa lama presentasi akan dilangsungkan  dan apa saja yang bakal  dibahas.

 

Misalkan Anda hendak  menawarkan jasa suatu  software sistem administrasi kepegawaian di hadapan sejumlah  manajer yang menjadi calon pembeli produk Anda. Anda dapat  membuka presentasi dengan mengucapkan  maksud dan tujuan laksana  ini:

 

“Bapak dan Ibu yang saya hormati, selamat pagi. Saya paling  senang hari ini mendapatkan peluang  untuk muncul  di hadapan Bapak/Ibu sekalian.

Dalam masa-masa  tiga puluh menit ke depan, saya bakal  menjelaskan untuk  Bapak dan Ibu suatu  sistem administrasi kepegawaian yang akan menolong  Bapak/Ibu mengelola data karyawan secara cepat, gampang  dan informatif.

Di akhir presentasi nanti, Bapak dan Ibu akan dapat  memahami kelebihan  dan guna  yang akan diperoleh  dari sistem ini, serta apa yang membedakannya dengan produk sejenis di pasaran. Dengan demikian, Bapak Ibu dapat menyimpulkan  investasi terbaik untuk  perusahaan yang Bapak Ibu pimpin.”

Sampaikan apa yang bakal  Anda bahas, berapa lama masa-masa  yang dibutuhkan, dan apa guna  yang dapat  diambil audiens sesudah  presentasi selesai.

 

 

  1. Membuka Presentasi Dengan Sebuah Pertanyaan

Apa yang bakal  Anda lakukan saat  seseorang mengemukakan  sebuah pertanyaan?

 

Secara otomatis kita  akan berjuang  menjawabnya. Demikian pula saat  Anda mengemukakan  pertanyaan saat  membuka suatu  presentasi. Audiens bakal  berusaha beranggapan  dan menggali  jawabannya meskipun mereka tidak membalas  langsung pertanyaan Anda.

Menggunakan pertanyaan akan menyuruh  audiens konsentrasi  pada tema yang sedang dibicarakan  dan menciptakan  mereka memfokuskan  perhatian untuk mengejar  jawabannya.

 

  1. Membuka Presentasi Dengan Cerita

Banyak presenter ruang belajar  dunia membuka presentasi dengan kisah  atau kisah.

Mengapa cerita?

Cerita gampang  diingat. Kita seluruh  senang memperhatikan  cerita. Masih ingat kisah  masa kecil yang diceritakan  oleh kakek, nenek, ayah atau ibu kita  dulu? Saya yakin kita  masih mengingatnya hingga  sekarang.

Membuka presentasi dengan sebuah kisah  atau cerita  akan menyuruh  audiens membayangkan cerita  tersebut. Secara mental mereka mulai terhubung dengan kita  sebagai presenter dan siap untuk memperhatikan  presentasi kita  dengan lengkap.

 

 

  1. Membuka Presentasi Dengan Data atau Fakta

Jika presentasi kita  mempunyai  data dan kenyataan  yang menarik, Anda dapat  menggunakan informasi itu  untuk membuka presentasi. Data dapat  mengajak orang guna  berpikir. Tidak melulu  itu, data dan kenyataan  mampu membuat  efek mengharukan  tanpa me sti didramatisir

 

 

  1. Membuka Presentasi Dengan Kutipan atau Pernyataan

Anda juga dapat  membuka presentasi dengan mengutip ucapan  tokoh terkenal.

Pembukaan laksana  ini bakal  menarik andai  kutipan yang dipilih relevan dengan topik presentasi Anda. Namun, tidak boleh  memaksakan memakai  kutipan andai  tidak relevan dengan pelajaran  presentasi Anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *